Menu

Mode Gelap
Dugaan Kuat Diback up APH,Tn Bandar Narkoba Gg Rukun Merasa Kebal Hukum Status Tersangka Tapi Tidak di Tahan, PP Digelar Oknum Anggota DPRD Asahan Kebal Hukum

News

Yusman Dawolo Mempertanyakan: Apa Langkah Nyata Gunungsitoli Membuka Lapangan Kerja?

badge-check


					Yusman Dawolo Mempertanyakan: Apa Langkah Nyata Gunungsitoli Membuka Lapangan Kerja? Perbesar

Gunungsitoli,SumutPro.com — Ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Gunungsitoli saat ini dinilai sangat terbatas. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya pengangguran, khususnya di kalangan anak muda, yang kemudian berimbas pada naiknya angka kemiskinan dan menurunnya daya beli masyarakat.

Situasi tersebut juga mulai memicu keresahan sosial. Aksi kriminal seperti penjambretan dilaporkan mulai terjadi dan meresahkan warga.
Menurut Yusman Dawolo, yang akrab disapa Bang YD, fenomena ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih.

“Bisa saja seseorang menjambret karena perutnya lapar, tidak punya uang untuk makan. Mereka mengambil jalan pintas sekadar untuk bertahan hidup, bukan untuk menjadi kaya. Namun, mereka tidak berpikir panjang bahwa tindakan itu bisa membahayakan orang lain,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli harus segera mengambil langkah nyata dan terukur dalam membuka lapangan pekerjaan.

“Kejahatan bukan hanya soal niat dan kesempatan. Kadang karena perut kosong dan pikiran mentok, orang mengambil jalan pintas,” tambahnya.
Bang YD mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah:

“Apa langkah nyata Kota Gunungsitoli dalam membuka lapangan pekerjaan ini?”

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh terus-menerus beralasan, menyalahkan kondisi, atau bergantung pada kebijakan pusat.

Menurutnya, Gunungsitoli perlu membangun job creation engine berbasis potensi lokal seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM, dengan roadmap yang jelas untuk jangka 1 tahun, 3 tahun, hingga 5 tahun ke depan.

“Di banyak kota maju, UMKM adalah penyerap tenaga kerja terbesar,” jelasnya.
Untuk jangka pendek (1 tahun), ia mengusulkan program konkret:

“Walikota bisa membuat program ‘1000 UMKM Naik Kelas’. Mereka dibantu, dilatih, dan didampingi. Jika satu UMKM mampu menyerap minimal 3 tenaga kerja, maka akan tercipta 3.000 lapangan pekerjaan.”

Selain itu, ia mendorong transformasi sektor primer menjadi produk bernilai tambah: Nelayan: ikan segar, ikan asap, ikan kering, abon. Petani: singkong & pisang menjadi keripik. Kelapa menjadi minyak kelapa atau santan kemasan

“Nilai produk bisa meningkat 2–5 kali lipat tanpa teknologi tinggi,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, ia meyakini pendapatan masyarakat bisa meningkat signifikan.
“Rumah tangga yang sebelumnya hanya berpenghasilan Rp500 ribu per bulan bisa naik menjadi Rp2–3 juta dalam satu tahun,” katanya.

Untuk jangka menengah (3 tahun), ia menyarankan pengembangan sektor peternakan seperti ayam pedaging dan ayam petelur sebagai sumber ekonomi baru.

“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Kalau benar peduli terhadap minimnya lapangan kerja bagi generasi muda, pasti akan lahir terobosan. Kecuali memang memilih untuk tidak peduli,” tegasnya.

Bang YD juga mengingatkan bahwa pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat tidak boleh dijadikan alasan untuk stagnan.
“Pemerintah daerah harus mandiri, kreatif, dan mampu meningkatkan PAD. Jangan terus bergantung pada pusat, harus mulai berpikir dan bertindak,” pungkasnya.(Mz)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Program Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Pekarangan Bergizi Jambu Madu di Desa Sungai Sirih

22 Mei 2026 - 04:00 WIB

Bormen Panjaitan : Jangan Korbankan RTH Taman Mahoni Untuk Pembangunan KDKMP Mekar Baru

21 Mei 2026 - 15:22 WIB

Polsek Cerenti Pimpin Penanaman Jagung Pipil di Desa Sikakak, Dukung Ketahanan Pangan dan Asta Cita Presiden

21 Mei 2026 - 06:32 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Singingi Cek Program Pekarangan Bergizi di Desa Pulau Padang

21 Mei 2026 - 04:20 WIB

DPP Gerakan Peduli Masyarakat (GPM) Ajukan Permohonan RDP ke DPRD Asahan Terkait LPJ 2024

20 Mei 2026 - 14:02 WIB

Trending di News