Gunungsitoli,SumutPro.com —
Dinamika internal aparat kembali memanas setelah permasalahan di sebuah SPBU beberapa waktu lalu menyisakan konflik baru yang kini menyeret nama Komandan Unit Intel Kodim 0213 Nias. Ia diduga tidak dapat menjaga kerahasiaan informasi yang disampaikan oleh narasumber terkait persoalan tersebut,Kamis 19/02/2026.
Menurut keterangan Mikoz Zebua, kejadian bermula ketika Komandan Unit Intel Konstanci Waruwu mengundangnya ke kantor Intel Kodim Nias untuk membahas persoalan sensitif tersebut. Beberapa anggota unit intel turut hadir, dan seluruh pihak—kata Mikoz—telah bersepakat bahwa semua pembicaraan bersifat tertutup, rahasia, dan tidak boleh keluar dari ruangan.
“Pertemuan itu berlangsung tertutup dan tidak boleh dibocorkan. Itu sudah komitmen bersama,” ujar Mikoz Zebua kepada wartawan.
Namun, tak lama setelah pertemuan usai, Mikoz mengaku menerima telepon dari pihak yang justru sedang bermasalah dengan anggota unit intel. Orang tersebut menanyakan isi pembicaraannya dengan Komandan Unit Intel, seolah sudah mengetahui bahan diskusi yang seharusnya bersifat rahasia.
Mikoz menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Komandan Unit Intel Kodim Nias yang diduga telah membocorkan isi pembicaraan itu.
“Beberapa jam setelah pertemuan, saya ditelepon oleh orang yang sedang bermasalah dengan anggota Intel. Dia bertanya: ‘Apa ceritamu kepada Komandan Unit Intel Kodim Nias?’ Itu berarti informasi sudah keluar. Padahal kami sudah sepakat itu rahasia,” tegas Mikoz.
Ia menambahkan, akibat kebocoran tersebut, hubungan antara dirinya dan Helpin Zebua menjadi renggang. Mikoz menilai hal itu tidak terlepas dari sikap yang ia sebut sebagai tidak profesional dari seorang perwira intel.
Mikoz menekankan bahwa dalam etika intelijen maupun institusi militer, informasi dari narasumber memiliki standar ketat:
rahasia, dilindungi, dan tidak boleh disampaikan kepada pihak lain apa pun kondisinya.
“Seharusnya sesuai etika, informasi itu hanya untuk penerima. Apalagi ini berkaitan dengan institusi. Sangat disayangkan kalau ada penyimpangan seperti ini,” ujarnya.
Ia bahkan menduga kuat bahwa tindakan tersebut telah mencoreng nama Tentara Nasional Indonesia, institusi yang dikenal menjunjung disiplin dan profesionalitas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi atau pernyataan resmi dari pihak Kodim 0213 Nias terkait tuduhan kebocoran informasi tersebut.
Publik kini menunggu apakah institusi akan mengambil langkah investigasi internal atau memberikan pernyataan resmi demi menjaga kredibilitas aparat di mata masyarakat.(Mz)







