Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Kontraktor Luruskan Informasi Pembangunan Jembatan Moawo, Begini Penjelasan soal Bronjong dan Jembatan Bailey

badge-check

Kontraktor Luruskan Informasi Pembangunan Jembatan Moawo, Begini Penjelasan soal Bronjong dan Jembatan Bailey Perbesar

GUNUNGSITOLI — 30 September 2026 Pembangunan Jembatan Moawo di Kota Gunungsitoli yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai memasuki tahap pekerjaan fisik. Di lokasi, pekerjaan terlihat mulai dilakukan dengan pembongkaran lantai jembatan lama serta pemasangan konstruksi jembatan Bailey sebagai jembatan sementara untuk mendukung akses masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

 

Namun, proses pembangunan tersebut belakangan menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah informasi dan komentar di media sosial yang mempertanyakan metode pekerjaan di lapangan, khususnya terkait keberadaan jembatan sementara dan pembangunan bronjong yang disebut dilakukan tanpa penggalian.

 

Informasi tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari pihak kontraktor pelaksana.

 

Perwakilan kontraktor, haris (pelaksana lapangan) , menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan di lokasi bukanlah pekerjaan tanpa perencanaan sebagaimana informasi yang beredar. Menurutnya, sebelum pekerjaan lanjutan dilaksanakan, pihak kontraktor telah melakukan penggalian pada bagian tapak yang diperlukan dalam pekerjaan awal.

 

“Kalau dikatakan tanpa digali, pada pelaksanaan kegiatan awal kita sudah melakukan penggalian tapak. Untuk sisi utara, kita letakkan di atas beton drainase, dan fungsinya hanya menjadi penyangga rangka balley. ujar haris saat memberikan penjelasan kepada pihak media.

 

 

Haris juga menjelaskan mengenai keberadaan bronjong yang saat ini terlihat di sekitar lokasi jembatan.

“Bronjong tersebut sebenarnya tanpa kita pasang pun kendaraan sudah bisa lewat karena fungsi nya di pasang hanya sebagai penyangga rangka skitar 50 cm yang keluar dari badan jalan existing, untuk beban terpusat itu berada pada badan jalan sisi kanan yang akan di dijadikan pusat beban. Namun kami menambahkan bronjong agar lebih safety dan juga bisa menahan timbunan badan jalan yang akan di buat.

 

“Bronjong ini fungsinya untuk menjadi penahan rangka balley yang tidak duduk di bahu jalan existing dan juga membantu menahan timbunan yang akan di pasang” jelasnya.

 

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi terhadap pertanyaan masyarakat mengenai mengapa bronjong telah terlihat dibangun di lokasi.

 

 

Salah satu persoalan yang dihadapi dalam pembangunan Jembatan Moawo, menurut pihak kontraktor, adalah keterbatasan lahan di sekitar lokasi.

 

Haris mengatakan pihaknya sebelumnya telah berupaya melakukan negosiasi dengan pemilik lahan agar dapat digunakan sebagai lokasi jembatan sementara. Namun, menurut penjelasannya, kesepakatan tersebut tidak tercapai karena permintaan kompensasi yang dinilai tidak memungkinkan bagi pelaksanaan pekerjaan.

 

“Kita sudah mencoba negosiasi dengan pemilik lahan, dan semua cara sudah tempuh, tetapi tidak dalan diselesaikan kecuali dengan kompensasi yang tidak dapat kami sanggupi ” katanya.

 

Pihak kontraktor, lanjut haris, juga telah mencari alternatif lokasi lain. Namun, alternatif tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan berukuran besar.

 

Kondisi tersebut akhirnya mendorong kontraktor mengambil strategi teknis dengan memanfaatkan konstruksi jembatan Bailey pada area jembatan lama setelah dilakukan pembongkaran.

 

 

 

Haris menegaskan bahwa keputusan teknis tersebut tidak dilakukan secara sepihak oleh kontraktor.

 

Menurutnya, pihak kontraktor telah memberikan penjelasan dan kajian kepada jajaran terkait pada Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pembahasan tersebut, menurut haris, turut dihadiri oleh pihak Perencana, KPA dan Konsultan supervisi .

 

“Pihak PU Pemprov Sumut mendukung untuk secepatnya dilakukan pembongkaran jembatan lama dan meletakkan jembatan sementara atau jembatan Bailey di atas jembatan yang sudah dibongkar, setelah girder plat deck terpasang” ungkapnya.

 

Langkah tersebut diambil karena tidak tersedia lahan yang memungkinkan untuk dijadikan lokasi jembatan sementara di luar badan jembatan yang sedang dibangun.

 

 

Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan, pihak kontraktor menyatakan bahwa pemasangan jembatan Bailey telah mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan.

 

Haris mengatakan, berdasarkan kajian teknis yang dilakukan pihaknya, konstruksi jembatan sementara tersebut diperkirakan dapat digunakan oleh masyarakat dan kendaraan bermotor selama proses pembangunan berlangsung.

 

“Dari segi keselamatan para pengguna jalan atau kendaraan bermotor yang melintas nantinya di jembatan Bailey tersebut, sesuai dengan kajian kita, kemungkinan besar aman dan kokoh tetapi tetap dengan batas tonase yang sudah kami beri petunjuk,” ujarnya.

 

Meski demikian, aspek keselamatan jembatan sementara tentu menjadi hal yang penting untuk terus dipantau selama masa penggunaan, terlebih karena jembatan tersebut akan menjadi jalur masyarakat di tengah berlangsungnya pekerjaan konstruksi.

 

 

 

Pihak kontraktor juga menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan Jembatan Moawo.

 

Haris menyebut informasi yang menyatakan pekerjaan dilakukan tanpa prosedur dan tanpa kajian tidak menggambarkan kondisi pekerjaan yang sebenarnya menurut penjelasan pihak pelaksana.

 

“Informasi yang beredar di media sosial terkait pembangunan Jembatan Moawo di Kota Gunungsitoli itu tidak benar. Kita sudah melakukan pekerjaan sesuai standar,” tegasnya.

 

Ia kembali menekankan bahwa pembangunan bronjong yang saat ini terlihat di lokasi merupakan bagian dari pekerjaan yang dipersiapkan untuk mendukung dalan menopang jembatan Bailey .

 

“Yang pastinya bronjong tersebut sebagai penopang pendukung jembatan Bailey atau jembatan sementara,” katanya.

 

Menurutnya, pihak kontraktor meluruskan informasi yang sedang menjadi perhatian masyarakat agar publik memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pekerjaan di lapangan.

 

 

 

Pembangunan infrastruktur dengan menggunakan anggaran pemerintah tentu tetap membutuhkan pengawasan dari berbagai pihak. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proyek dilaksanakan, termasuk aspek keselamatan, mutu pekerjaan, metode konstruksi, serta kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan perencanaan dan spesifikasi teknis.

 

Di sisi lain, setiap informasi yang beredar di media sosial juga perlu dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan agar tidak terjadi kesimpulan sepihak.

 

Dengan adanya klarifikasi dari pihak kontraktor, publik kini memperoleh penjelasan bahwa penggunaan bronjong dan jembatan Bailey di lokasi Jembatan Moawo menurut pihak pelaksana merupakan bagian dari strategi teknis akibat keterbatasan lahan untuk membangun jembatan sementara.

 

Namun, transparansi dan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tetap penting dilakukan hingga seluruh pekerjaan pembangunan Jembatan Moawo selesai dan dapat digunakan masyarakat. Tim

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Antisipasi Maraknya Curanmor, Kades Bakaran Batu Utus Kamtibmas Edukasi Warga dan Bikin Grup WA Aduan

9 Okt 2026 - 16:27 WIB

Antisipasi Maraknya Curanmor, Kades Bakaran Batu Utus Kamtibmas Edukasi Warga dan Bikin Grup WA Aduan

Jelang Pencoblosan, Kediaman Calon Kades Pulo Rakyat Tua Nomor Urut 4 Purnama Ningsih Dipadati Pendukung

6 Okt 2026 - 15:05 WIB

Jelang Pencoblosan, Kediaman Calon Kades Pulo Rakyat Tua Nomor Urut 4 Purnama Ningsih Dipadati Pendukung

Minta Kadis dan Kabid PMD Diperiksa, GEMPPAR Demo Kantor Kejaksaan Asahan

29 Sep 2026 - 16:26 WIB

Minta Kadis dan Kabid PMD Diperiksa, GEMPPAR Demo Kantor Kejaksaan Asahan

KSK Desak DPRD Asahan Segera Laksanakan RDP Terkait Penggunaan Anggaran Dan Aset

23 Sep 2026 - 11:57 WIB

KSK Desak DPRD Asahan Segera Laksanakan RDP Terkait Penggunaan Anggaran Dan Aset

Saling Klaim Lahan, Kesultanan Asahan dan PT BSP Berhadapan di Polres Asahan: Siapa Punya Dasar Hak?

22 Sep 2026 - 04:03 WIB

Saling Klaim Lahan, Kesultanan Asahan dan PT BSP Berhadapan di Polres Asahan: Siapa Punya Dasar Hak?
Trending di News