ASAHAN,SumutPro.com – Menjadi sebuah ironi ketika tugas jurnalis sepertinya menjadi momok yang menakutkan bagi para Kepala Sekolah. Ketika di datangi jurnalis selalu tidak bisa dijumpai Sebagai seorang Pejabat Publik, tidak seharusnya mereka menghindar atau bersembunyi layaknya seorang anak kecil yang main petak umpet dengan awak media, mengingat jurnalis dalam melaksanakan tugasnya dilindungi Undang-Undang, selain itu jurnalis juga merupakan Kontrol Sosial yang berperan dalam membentuk sebuah Pemerintahan Yang Baik
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 0902 Bongbongan Kecamatan huristak Kabupaten Padang lawas, diduga alergi dan selalu menghindar terhadap wartawan saat ingin menemuinya dalam menjalankan tugasnya demi menyajikan berita yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), pada hari selasa tanggal 01/09/2026
Pasalnya sudah di hubungi melalui ponsel seluler nya,namun tidak pernah mau mengangkat,pas kita datangi ke sekolah nya,ketepatan kepala sekolah nya lagi berada di luar sekolah,jadi media men duga,mungkin kepala sekolah nya takut di komfirmasi tentang penggunaan anggaran dana bos.
Ketika awak media menanyakan keberadaan kepala sekolah melalui chat Wa,tidak mau merespon atau mem balas,padahal kita kan bukan tanya dana bos nya berapa,kita cuma mau silaturrahmi dan mau komfirmasi kemana anggaran dana bos sekolah itu,SDN 0902 yang mempunyai anak didik kurang lebih 191 dengan dana bos seratus delapan puluh dua ratus sepuluh juta rupiah pertahun,di duga ada ke janggalan
dinas pendidikan kabupaten Padang lawa yang kami hubungi lewat wa/ponsel seluler nya,media belum dapat apa tanggapan dan informasi dari dinas pendidikan kabupaten Padang lawas,jadi disini kami meminta kepada pemerintahan kabupaten Padang lawas dan kepala dinas pendidikan Padang kawas untuk menegor kepala sekolah SDN 0902 Bongbongan,biar Para kepala sekolah di kabupaten Padang lawas terutama di kecamatan eks Barumun Tengah yang meliputi lima kecamatan,tidak menghindari media,karena Tampa media gimana kepala sekolah itu mencari informasi
karena masih banyak para kepala sekolah di kecamatan di lima kecamatan ini yang selalu menghindari wartawan,karena pikiran kepala sekolah itu media datang hanya untuk meminta uang,padahal tidak,kami hanya silaturrahmi dan memberi informasi yang baik baik,tapi kalau begini sipat para kepala sekolah,berarti mereka itu di duga takut di komfirmasi dana bos,maka nya mereka sebagian menghindari wartawan
Hingga berita ini di turunkan kemeja redaksi,kepala sekolah belum memberikan tanggapan dan telah dihubungi melalui pesan WhatsApp,aktif centang dua tapi mau mem balas,di hubungi melalui ponsel seluler nya tidak pernah mau mengangkat
Reporter Wahyu p Siregar










