PALAS,SumutPro.com – Gelombang aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Padang Lawas (GPM-PALAS) di titik aksi PMKS PT KAS Ujung Batu Sosa berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh kekecewaan. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas keresahan masyarakat terhadap operasional perusahaan, khususnya terkait dugaan pencemaran lingkungan, transparansi perizinan, hingga ketidakadilan dalam penetapan harga TBS sebagaimana telah disampaikan dalam tuntutan resmi aksi.
Sejak awal, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, dan masyarakat bergerak dengan membawa spanduk serta menyuarakan tuntutan secara terbuka di depan lokasi perusahaan. Soripada Hasibuan selaku Koordinator Umum menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk kontrol sosial terhadap dugaan praktik yang merugikan rakyat dan lingkungan.
Dalam kronologi di lapangan, pihak perusahaan melalui humas sempat turun untuk menemui massa aksi. Namun, kehadiran humas tersebut ditolak oleh massa. Qadafi nst selaku Koordinator Lapangan secara tegas menyampaikan “Kami tidak membutuhkan perwakilan humas, kami menginginkan kehadiran langsung Bapak manajer sebagai pengambil kebijakan utama di perusahaan ini. ”
Situasi semakin memanas ketika pihak manajer tidak bersedia turun langsung menemui massa di lokasi aksi. Sebaliknya, manajer hanya mengundang perwakilan massa untuk berdialog di dalam ruangan. Tawaran tersebut kembali ditolak oleh massa aksi yang menilai bahwa dialog tertutup bukanlah bentuk transparansi yang mereka tuntut. Massa memilih tetap bertahan di luar, menyuarakan aspirasi secara terbuka sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap yang dianggap tidak responsif.
Sebagai bentuk kekecewaan dan tekanan moral, massa aksi kemudian melanjutkan demonstrasi dengan aksi simbolik berupa pembakaran ban di sekitar lokasi. Orasi-orasi keras terus disuarakan, menuntut keadilan, keterbukaan, serta tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam. Hingga akhir kegiatan, tidak ada pertemuan langsung antara manajer perusahaan dengan massa aksi. Hal ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan demonstran.
Sebelum membubarkan diri, Panaekan Hasibuan Selaku Ketua Umum mengambil alih sumber suara dan menyampaikan dengan tegas “Kami akan kembali melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan tidak direspons secara serius. Kami siap menjadi pengganggu kenyamanan sebagai bentuk tekanan sosial demi tercapainya tujuan utama, yakni terpenuhinya hak-hak rakyat sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.”
Aksi ditutup dengan pembubaran massa secara tertib, namun menyisakan pesan kuat bahwa perlawanan akan terus berlanjut selama keadilan belum ditegakkan.
Reporter Wahyu p Siregar











