Gunungsitoli, 5 Juni 2026 – Gelombang dukungan terhadap pembentukan Provinsi Kepulauan Nias terus menguat. Tidak hanya datang dari masyarakat yang berada di Kepulauan Nias, semangat perjuangan tersebut juga menggema dari para putra-putri Nias yang sukses di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta.
Salah satu tokoh muda Nias yang berdomisili di Jakarta, Yusman Dawolo, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh perjuangan pemekaran Provinsi Kepulauan Nias. Dukungan tersebut disampaikannya usai menghadiri pertemuan dan diskusi bersama Ketua Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN), Cristian Zebua, di kawasan Kuningan City, Jakarta, pada 4 Juni 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh muda Nias, di antaranya Asaeli Bate’e, Hendra Waruwu, dan Asykur Hulu.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, berbagai isu strategis terkait masa depan Kepulauan Nias menjadi topik utama pembahasan, terutama mengenai pentingnya pemekaran wilayah menjadi sebuah provinsi baru.
Menurut Yusman Dawolo, pembentukan Provinsi Kepulauan Nias merupakan salah satu langkah paling rasional dan strategis untuk mempercepat pembangunan di wilayah kepulauan tersebut.
“Saya sangat mendukung Nias menjadi provinsi karena ini adalah salah satu alat paling masuk akal untuk memajukan Pulau Nias. Dengan menjadi provinsi, peluang pembangunan infrastruktur akan semakin besar, kualitas sumber daya manusia meningkat, pendidikan dan layanan kesehatan dapat lebih berkembang, lapangan pekerjaan terbuka lebih luas, investor lebih tertarik masuk, serta memperkuat kedaulatan NKRI di wilayah barat Indonesia,” ujarnya.
Yusman juga mengajak seluruh elemen masyarakat Nias untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu memperjuangkan cita-cita bersama tersebut.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Pulau Nias, semua agama, semua suku, para tokoh, pengusaha, akademisi, pejabat, dan seluruh rakyat untuk bersatu memperjuangkan terwujudnya Provinsi Kepulauan Nias. Dukungan bisa diberikan dalam berbagai bentuk sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui pemikiran, jaringan, tenaga, waktu, materi, maupun menyuarakan dukungan positif di media sosial. Hanya dengan persatuan cita-cita besar ini dapat terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPP-PKN, Cristian Zebua, saat dikonfirmasi media membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dan kepedulian Yusman Dawolo terhadap masyarakat Kepulauan Nias, terutama melalui berbagai kegiatan sosial yang selama ini dilakukan.
Menurut Cristian, keterlibatan generasi muda dan diaspora Nias menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
“Saya sangat mengapresiasi saudara Yusman Dawolo yang selama ini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu di Kepulauan Nias. Beliau juga menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pemekaran dan bahkan siap membantu apa yang dibutuhkan dalam proses perjuangan tersebut,” ujar Cristian.
Dalam kesempatan itu, Cristian juga memaparkan berbagai alasan strategis mengapa Kepulauan Nias layak menjadi provinsi tersendiri. Selain untuk mempercepat pemerataan pembangunan, pemekaran juga dinilai memiliki nilai strategis dalam konteks geopolitik dan pertahanan negara.
“Kami menjelaskan berbagai tujuan pemekaran, mulai dari percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, hingga aspek geopolitik dan strategi pertahanan NKRI di wilayah barat Indonesia. Kepulauan Nias memiliki posisi yang sangat strategis sehingga perlu mendapat perhatian yang lebih besar melalui pembentukan provinsi baru,” katanya.
Selain membahas perjuangan pemekaran, Cristian Zebua juga mendorong generasi muda Nias yang telah sukses di berbagai daerah untuk tidak melupakan tanah kelahirannya. Ia berharap semakin banyak putra-putri Nias yang kembali memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tidak hanya digerakkan oleh para tokoh di daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari diaspora Nias yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan semakin banyaknya dukungan yang mengalir, harapan masyarakat untuk melihat Kepulauan Nias berdiri sebagai provinsi baru di masa depan dinilai semakin terbuka.
“Provinsi Kepulauan Nias bukan hanya tentang pemekaran wilayah, tetapi tentang harapan untuk masa depan yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing bagi seluruh masyarakat Nias.”













