Gunungsitoli | 26 Juli 2026 – Video yang memperlihatkan kondisi jalan rusak parah di Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, sebuah mobil L300 tampak kesulitan melintasi jalan berlumpur yang dipenuhi kubangan, sehingga memicu beragam komentar dari masyarakat yang mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan.
Salah satu yang turut menyoroti persoalan tersebut adalah tokoh muda Kepulauan Nias, Yusman Dawolo. Melalui akun media sosialnya, ia mempertanyakan kapan ruas jalan tersebut akan dibangun dan meminta pemerintah tidak lagi menunda pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Saat dikonfirmasi awak media, Yusman Dawolo menjelaskan bahwa video tersebut diperolehnya dari warga Nias yang mengirimkan rekaman kondisi jalan kepadanya.
> “Video itu saya terima dari rekan-rekan di Nias. Saya kemudian membagikannya karena saya prihatin melihat kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Kita lihat sendiri ada mobil L300 yang tidak mampu melintasi jalan tersebut akibat kondisinya yang rusak berat,” ujar Yusman.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jalan yang layak akan mempermudah aktivitas warga, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok.
“Kalau akses jalan sudah baik, masyarakat akan lebih mudah menjual hasil kebunnya. Pedagang juga lebih mudah masuk mengambil hasil bumi warga. Dampaknya tentu akan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu saya berharap Pemerintah Kabupaten Nias Utara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera menuntaskan pembangunan jalan tersebut dan tidak lagi menunda-nundanya,” tegasnya.
Untuk memastikan informasi yang beredar di media sosial, awak media kemudian menghubungi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Utara melalui pesan WhatsApp.
Dalam keterangannya, ia membenarkan bahwa lokasi jalan yang viral tersebut berada di wilayah Kecamatan Lahewa Timur, tepatnya pada ruas Desa Meafu menuju Desa Orahili dengan panjang sekitar 4 kilometer.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias Utara telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar pada tahun 2026 untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
> “Benar Pak, itu masih di wilayah Kecamatan Lahewa Timur, yakni Jalan Desa Meafu menuju Desa Orahili. Panjangnya sekitar 4 kilometer. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Nias Utara telah menganggarkan sekitar Rp9 miliar untuk perbaikannya, dan pekerjaan saat ini sedang dimulai,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Keterangan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Meski demikian, warga berharap proses pengerjaan dapat berjalan tepat waktu dan menghasilkan kualitas jalan yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Viralnya kondisi jalan di media sosial dinilai menjadi pengingat bahwa masih terdapat sejumlah wilayah di Kepulauan Nias yang membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur. Bagi masyarakat Lahewa Timur, jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan urat nadi perekonomian yang menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Dengan dimulainya pekerjaan perbaikan tahun ini, harapan masyarakat kini tertuju pada realisasi proyek yang tepat sasaran sehingga akses transportasi, mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dapat meningkat secara signifikan. Tim












